Kamis, 05 Februari 2015

Aturan Transitivitas pada Matriks SSIM

Kemudian dilakukan perhitungan menurut  Aturan Transivity  dimana dilakukan koreksi terhadap SSIM sampai terjadi matriks yang tertutup.   Modifikasi  SSIM  membutuhkan masukan dari para penelis/ pakar,  dengan diberi catatan khusus agar perhatian ditunjukan hanya pada sub-elemen tertentu.   Hasil revisi  SSIM  dan matriks yang memenuhi syarat  Aturan Transivity  diperoses lebih lanjut.   Untuk revisi dapat juga dilakukan transformasi matriks dengan program komputer.
                Aturan Transivity merupakan aturan kelengkapan dari lingkaran sebab akibat (casual-loop),  sebagai misal :
                A  mempengaruhi  B
                B  mempengaruhi  C
Maka A (seharusnya)  mempengaruhi  C
                D  meningkatkan  E
                E  meningkatkan  F
Maka D (tidak seharusnya) memperkecil  F

                                        Table. Keterkaitan Antar Sub-elemen pada Teknik ISM
  
No.

Jenis

Interprestasi
1.
 Pembandingan  (Coperative)
. A lebih penting/besar/indah, daripada B

2.

Peryataan  (Definitive)
. A adalah atribut B
. A termasuk didalam B
. A mengartikan B


3.


Pengaruh  (Influence)
. A menyebabkan B
. A adalah debagia penyebab B
. A mengembangkan B
. A menggerakan B
. A meningkatkan B

4.

Ruang  (Spiral)
. A adalah selatan/ utara B
. A diatas B
. A sebelah kiri B

5.

Waktu  (Temporate/Time Scale)
. A  mendahului B
. A mengikuti B
. A mempunyai prioritas lebih dari B

                Pengolahan lebih lanjut dari Reachability Matrix yang telah memenuhi Aturan Transivity adalah penetapan pilihan jenjang  (level partition).   Pengolahan bersifat tabulatif dengan pengisisan format, dan bisa dibantu dengan komputer.

                Berdasarkan pilihan jenjang maka dapatlah digambarkan skema setiap elemen menurut jenjang vertikal maupun horisontal.