Kamis, 13 Maret 2014

TRAINING METODE ISM (Interpretive Structural Modeling ) UNTUK MANAJEMEN STRATEGIS

SMART CONSULTING, SABTU 29 MARET 2014

Interpretive Structural Modeling Training
Salah satu  teknik permodelan yang dikembangkan untuk perencanaan kebijakan strategis adalah Teknik Permodelan Interpretasi Struktural (Interpretive Structural Modeling-ISM). ISM adalah proses pengkajian kelompok (group learning process) dimana model-model struktural dihasilkan guna memotret perihal yang kompleks dari suatu sistem, melalui pola yang dirancang secara seksama dengan menggunakan grafis serta kalimat. Teknis ISM merupakan salah satu teknik permodelan sistem untuk menangani kebiasaan yang sulit diubah dari perencanaan jangka panjang yang sering menerapkan langsung teknik penelitian operasional dan atau aplikasi statistic deskriptif. 

Materi Training:
1.      Definisi Sistem
2.      Tahapan pendekatan sistem
3.      Keunggulan pendekatan sistem
4.      Kelemahan pendekatan sistem
5.      Teori keputusan
6.      Konsep Dasar Metode ISM
7.      Identifikasi elemen
8.      Hubungan kontekstual
9.      Structural Self Interaction Matrix (SSIM)
10.  Reachability Matrix  (RM)
11.  Tingkat partisipasi untuk mengklasifikasi elemen-elemen dalam level-level berbeda dari struktur ISM
12.  Matriks canonical
13.  Diagraph
14.  Interpretive Structural Modeling
15.  Sembilan elemen program dalam ISM
16.  Klasifikasi sub elemen
17.  Identifikasi Elemen dan subelemen
18.  Keterkaitan antara subelemen pada teknik ISM
19.  Proses Teknik ISM
20.  Implementasi ISM dalam Software ISM-TMI
21.  Interpretasi Output ISM
22.  Diskusi dan sharing

Senin, 17 Februari 2014

Konsep Interpretative Structural Modeling (ISM)




Interpretative Structural Modeling 
adalah sebuah alat (tool) yang dapat menganalisa dan membantu untuk mengambil keputusan terhadap pemahaman atau ide dalam situasi yang rumit dengan cara mengelompokkan dan membuat link yang tertuang dalam sebuah peta. Proses pembuatan sebuahInterpretive Structural Modeling dapat pula dengan cara mengembangkan pengetahuan perorangan terhadap suatu permasalahan secara menyeluruh yang diambil dari proses diskusi atau sebuah analisa. Gabungan antara pengetahuan terhadap permasalahan yang dianalisa dengan susunan pemahaman terhadap permasalahan merupakan hal yang penting didalam membuat sebuah keputusan. Pengetahuan tersebut yang dibutuhkan dalam mengkomunikasikan sehingga menghasilkan sebuah keputusan yang diinginkan.


Ide dan hubungan antar ide yang tertuang dalam kerangka kerja merupakan persoalan yang dipelajari. Software Interpretive Structural Modeling menjaga ide tersebut berada dalam hubungan antar idenya, serta menjamin ide tersebut bekerja sesuai dengan metodelogi, dan kemudian menjadi informasi untuk membuat peta hubungan. Peta tersebut mengungkapkan konsep yang mendasar serta pola permasalahan kepada pengguna Software Interpretive Structural Modeling, dengan memfasilitasi terhadap analisa yang dilakukan, diskusi dan pengambila keputusan. Teknik penggunaan Interpretive Structural Modeling dapat pula secara manual dengan menuangkannya ke dalam kertas dalam situasi yang tidak terlalu rumit.



Selasa, 23 Juli 2013

Tahapan Analisis ISM




Ada lima tahapan dasar di dalam pemikiran, ketika menganalisa suatu permasalahan yang kompleks, yaitu
Ø  Menentukan tujuan yang akan dicapai. Sasaran apa yang akan dicapai, tujuan dan obyek yang akan dituju.
Ø  Menganalisa situasi yang sedang terjadi. Informasi apa yang bisa didapat ? Informasi apa yang dibutuhkan? Seberapa jauh pandangan terhadap situasi yang sedang berlangsung ? (Seberapa benyak kemungkinan data yang dibutuhkan)
Ø  Membuat kemungkinan penyelesaian atau pendekatan terhadap penyelesaian masalah tersebut. Dalam hal ini kita perlu untuk menghasilkan kemungkinan-kemungkinan pendekatan penyelesaian masalah. Proses berfikir yang kreatif, ide-ide yang dianggap buruk akan menghasilkan ide-ide yang cemerlang. Banyaknya pilihan penyelesaian masalah akan memberikan pilihan dalam tahapan pembuatan keputusan.
Ø  Pengembangkan analisa usulan penyelesaian masalah dan keputusan yang akan diambil
Ø  Pengembangan dari kegiatan yang direncanakan untuk mengimplementasikan solusi yang akan diambil terhadap permasalahan yang dihadapi.

Selasa, 19 Februari 2013

VAXO dalam Metode ISM


Pendekatan Interpretive Structural Modeling (ISM) merupakan metode dalam pengambilan keputusan dari situasi yang kompleks dengan menghubungkan dan mengorganisasi ide dalam peta map visual. Ide dasarnya adalah menggunakan ahli yang berpengalaman dan pengetahuan praktis untuk menguraikan sistem yang rumit menjadi beberapa sub-sistem (elemen) dan membangun sebuah model struktural bertingkat. ISM sering digunakan untuk memberikan pemahaman dasar situasi yang kompleks, serta menyusun tindakan untuk memecahkan masalah (Gorvett and Liu, 2007).
Dalam pelaksanaan metode ISM terlebih dahulu dilakukan diskusi dengan para pakar (brainstorming) untuk menjaring ide-ide yang terdiri dari orang-orang yang memahami konsep ISM, mengerti masalah pengembangan wilayah, memiliki keahlian di bidang perindustrian. Dari diskusi mengenai strategi pengembangan industri tersebut diperoleh beberapa ide atau variabel yang akan diolah menggunakan ISM.
Langkah pertama dalam pengolahan ISM adalah membuat Structural Self Interaction Matrix (SSIM), di mana variabelvariabel tersebut dibuat hubungan konstektualnya dengan menjadikan satu variabel i dan variabel j. Selanjutnya adalah membuat reachibility matrix (RM) dengan mengubah V, A, X dan O dengan bilangan 1 dan 0.
Langkah terakhir adalah membuat Canonical Matrix untuk menentukan level melalui iterasi. Setelah tidak ada lagi irisan (intersection), selanjutnya dibuat model yang dihasilkan oleh ISM yang merupakan suatu model untuk memecahkan masalah. Dari model tersebut kemudian nantinya akan dibuat suatu road map pengembangan industri (level).